Senin, 29 September 2014

BERITA HUMAN INTEREST
A.    Pengertian Berita Human Interest
Menurut Tom E Rolnicki human interest Adalah penekanan (biasanya) pada orang yang berusaha mengungkap sisi emosional untuk pembaca. Selain itu human interest juga disebutkan sebagai  kejadian yang membuat sentuhan perasaan  bagi pembaca, kejadian yang menyangkut orang biasa dalam situasi luar biasa,  atau orang besar yang berada dalam situasi biasa. Jadi human interest bisa diartikan sebagai rasa kemanusiaan.
Sedangkan feature human interest (human interest feature), ialah feature yang langsung menyentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya. Atau juga dapat dikatakan bahwa feture human interest adalah feture yang berusaha mengungkap sisi emosional pembaca, misalnya cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, kehidupan seorang petugas kebersihan di jalanan, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka-duka menjadi dai di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan kejengkelan.
Berdasarkan keterangan tersebut dapat disimpilkan bahwa feature human interest yang disebut sebagai tulisan yang menekankan segi emosional manusia dimaksudkan sebagai tulisan yang menekankan segi yang bisa menyentuh rasa kemanusiaan pembacanya.



B.     Pentingnya Segi Human Interest dalam Sebuah Feature
Segi human interest paling diutamakan dalam sebuah feature karena berita (news) sudah ditampilkan dengan lugas dan dengan bahasa yang sangat formal. Dalam artikel, fakta dan data juga harus dianalisis dengan serius dan diberi opini yang juga harus serius. Agar pembaca media cetak tidak bosan, maka diperlukan sebuah bentuk tulisan yang menekankan segi human interest. Itulah sebabnya segi ini paling diutamakan dalam feature.
Dalam perkembangan lebih lanjut, berita pun bisa dikembangkan menjadi news feature, feature reporting, feature story dll. Bahkan dalam perkembangan lebih lanjut, feature juga melahirkan bentuk tulisan yang lebih baru (generasi baru) yang disebut sebagai How To Do It Article (HTDI). Cabang jurnalisme yang pertamakali memperkenalkan bentuk tulisan ini adalah jurnalisme kedokteran/ kesehatan pada abad XVI dan XVII.
Segi human interest dalam sebuah feature, harus benar-benar faktual (berupa fakta nyata) yang melekat pada materi (bahan) tulisan. Keterampilan penulis hanya dituntut untuk menyeleksi dan mengolah bahan-bahan tersebut, hingga ketika telah menjadi tulisan dan disampaikan ke pembaca, akan bisa menyentuh perasaan. Jika segi human interest tersebut merupakan hasil imajinasi atau keterampilan berpikir si penulis, maka tulisan tersebut merupakan fiksi, bukan feature.







C.     Unsur-unsur Berita Human Interest
Yang termasuk dalam unsur-unsur berita human interest adalah ;
1.      Ketegangan (Suspense) 
Yaitu nilai-nilai menimmbulkan efek ketegangan pada pembaca, seperti: Apa keputusan yang akan dijatuhkan dalam pengadilan kasus pembunuhan sadis itu?
2.      Keanehan/Ketidaklaziman (Unusualness) 
Unsur keanehan adalah unsur yang mengandng nilai-nilai yang tidak lazim ditemukan di masyarakat, seperti : Seorang wanita melahirkan bayi kembar, namun yang membuat tidak lazim adalah bayi yang dilahirkan kembar lima.
3.      Minat pribadi (Personal Interest)
Unsur yang mengandung minat pribadi pembaca, seperti : Gaun sekarang ada yang tidak perlu disetrika sehabis dicuci.
4.      Konflik (Conflict)
Umumnya manusia memberi perhatian pada konflik perang, kriminalitas atau olahraga atau persaingan dalam bidang apa pun karena di dalamnya terkandung unsur konflik.
5.      Simpati (Sympathy)
Unsur ini adalah unsur yang menyentuh hati para pembaca sehingga pembaca merasa sympathy dengan hal yang sedang dibacanya,seperti : Seorang bocah kehilangan ketiga kakak dan kedua orang tuanya pada musibah Tsunami di Aceh.
6.      Kemajuan (Progress)
Unsur yang mengandung nilai-nilai progres yang akan dicapai dan diraih, seperti : \ Suatu vaksin pencegah AIDS tengah di kembangan di Prancis.
7.      Seks (Sex)
Unsur yang mengandung nilai-nilai seks serta ketertarikan seksualitas dan bahkan hubungan antara sepasang manusia, seperti : Seorang aktor menggugat cerai istrinya yang juga artis karena selingkuh dengan ketua salah satu partai.
8.      Binatang (Animals)
Unsur yang didalamnya terdapat nilai-nilai binatang, seperti : Seekor anjing menyelamatkan majikannya yang buta dalam suatu peristiwa kebakaran.
9.      Humor (Humor)
Unsur yang mengandung nilai-nilai kelucuan, seperti : Seorang politisi berpidato satu jam di mimbar tanpa menyadari mikrofonnya itu mati.
Suatu berita tidak harus memenuhi semua kriteria yang disebutkan diatas. Namun, jika semakin banyak unsur tersebut yang melekat dalam suatu peristiwa maka nilai beritanya semakin tinggi dan efeknya adalah minat pembaca yang juga meningkat.
D.    Mengembangkan Berita Human Interest yang Baik
Sebelum menulis sebuah berita human interest pertama-tama pilihlah kasus yang (sangat) menarik, yang menyangkut kepentingan banyak orang (publik), yang prestisius untuk ditulis. Seorang wartawan atau penulis yang baik dan berpengalaman biasanya memiliki nose of news (daya cium, daya endus berita), yang akan selalu bisa terasah jika ia memiliki “jam terbang” cukup tinggi. Tapi, nose of news selalu bisa dilatih.
Setelah menemukan obyek, kasus atau item tulisan, pikirkanlah apa kira-kira angle-nya. Yang dimaksud dengan angle ialah “sudut pandang”, apa kira-kira masalah yang sangat penting dan relevan dari kasus tersebut. Untuk menentukan angle biasanya cukup sulit, sehingga diperlukan pemikiran, perenungan, bahkan diskusi dengan sesama penulis.
Selain itu dalam menulis sebuah berita human interest perhatikan juga hal-hal yang menjadi syarat dari sebuah berita, yaitu :
1.      Harus benar, apa yang diberitakan harus sesuai fakta dengan bukti-bukti yang konkrit.
2.      Sederhana, berita yang ditulis harus sederhana baik dalam isi maupun bahasanya sehingga dapat dimengerti oleh berbagai lapisan masyarakat.
3.      Singkat, berita yang baik adalah tidak bertele-tele, langsung pada pokok permasalahan, singkat jelas dan padat sehingga tidak menimbulkan kebosanan pada pembaca
4.      Jelas, apa yang diberitakan tidak semu.
5.      Hidup, apa yang diberitakan harus mendorong minat pembacauntuk terus membaca dang mengikuti perkembangan berikutnya.



PENUTUP
KESIMPULAN
Jadi berdasarkan uraian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa berita human interest adalah berita yang langsung menyentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya. Atau juga dapat dikatakan bahwa feture human interest adalah feture yang berusaha mengungkap sisi emosional pembaca.
Dan didalam berita human interest ini terdapat beberapa unsur-unsur dan jika semakin banyak unsur tersebut terpenuhi dalam sebuah berita maka berita human interest tersebut semakin menarik untuk dibaca oleh pembaca.






DaftarPustaka

1982, JurnalistikMasaKini: PengantarKePraktekKewartawanan, Jakarta, Ghalia Indonesia.
Rolnicki, Tom. E, Dkk, 2008, Pengantar Dasar Jurnalisme (Scolastic Journalism), Jakarta.KencanaPrenada Media Grup.

Sumadiria, AS Haris. 2005, Jurnalistik Indonesia: MenulisBeritadan Feature PanduanPraktisJurnalisProfesional, Bandung, SimbiosaRekatama Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar